...
Wakaf, Bisa Jadi Solusi Ditengah Pandemi

WAKAF MANDIRI - Pandemi Covid-19 ini mengajarkan kita arti “berbagi” yang begitu luas. Tidak sekedar untuk sebuah hubungan timbal balik, melainkan lebih kepada hubungan kebermanfaatan yang dinamis dan terus berkembang. Sebagai bangsa, kita belajar saling melindungi, saling menguatkan, saling mengingatkan, hingga saling berbagi secara moril untuk menghadapi pandemi ini.

Tentu saja di masa sulit sekarang ini, masyarakat tidak cukup hanya menerima sokongan moril atau batin saja, namun juga memerlukan bantuan materiil secara langsung. Banyak cara yang bisa kita tempuh untuk saling berbagi. Kita bisa bersedekah langsung kepada masyarakat yang membutuhkan, atau mewakafkan harta kita untuk dikelola oleh nazhir yang kompeten dan amanah, seperti di Wakaf Mandiri.

Arti wakaf dan sedekah secara harfiah, adalah memberi kepada orang yang membutuhkan. Namun secara arti luas, keduanya memiliki makna yang berbeda. Harta benda wakaf harus dapat dipergunakan manfaatnya, tanpa kehilangan nilai benda aslinya. Sementara itu, sedekah adalah memberi kepada orang lain yang manfaatnya langsung habis.

Maka, itulah keistimewaan wakaf sebagai model ibadah harta. Pasalnya, kebermanfaatan wakaf akan dirasakan secara simultan, dan terus-menerus oleh penerima manfaat dengan pahala yang terus mengalir kepada wakif, hingga hari akhir.

Oleh karena itu, harta benda wakaf harus dapat diproduktifkan untuk kesejahteraan masyarakat. Salah satunya bisa melalui wakaf uang, yang manfaatnya diperuntukkan sebagai modal kerja bagi pelaku UMKM, atau pemberian lahan kepada warga lokal untuk bercocok tanam secara produktif.

Dengan begitu, wakif dan penerima manfaat dapat saling berbagi kebaikan. Tentu saja, hubungan timbal balik yang timbul dari wakaf tersebut akan saling menguatkan tali persaudaraan dengan bersinergi bersama dalam mengentaskan kemiskinan. Serta mencegah kesenjangan sosial di masyarakat.