...
Sifat Munafik Dalam Diri Seorang Pemimpin

WAKAF MANDIRI - Sifat munafik adalah sifat yang menampakkan diri sebagai Islam, namun menyimpan kekafiran dalam hatinya. Para sahabat pun berlindung dari sifat munafik, karena khawatir terjerumus ke dalamnya.

Ibnu Abi Malikah pernah mengatakan, “Aku telah menjumpai tiga puluh shahabat Nabi, seluruhnya takut akan nifak. Tidak ada seorang pun di antara mereka yang mengatakan, bahwa dirinya memiliki iman seperti imannya Jibril dan Mikail.”

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka.” (QS. An-Nisa:145)

Rasulullah SAW bersabda, “Tanda-tanda orang munafik ada 3, jika berbicara ia berdusta, bila berjanji ia tidak menepati janjinya, dan apabila diberi amanah ia mengkhianatinya” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Dari hadits di atas, dapat disimpulkan 3 ciri orang munafik, dimana 3 sifat ini, sangat sering dijumpai dalam diri seorang pemimpin. Yakni,

  1. Bicara Dusta.

Seorang calon pemimpin yang hanya ingin mencari kekuasaan, tidak segan untuk berbicara dusta agar ia terpilih menjadi pemimpin. Jadilah ia seorang yang mudah menjatuhkan kehormatan saingannya dengan menyebarkan articles dusta. Misalnya, ia mengatakan bahwa saingannya telah melakukan sebuah keburukan, padahal sejatinya itu hanyalah kedustaan yang dibuat buat.

  1. Tidak Menepati Janji.

Ketika ia telah terpilih menjadi seorang pemimpin, maka janji-janji yang diobral ketika di awal pemilihan, mulai dilupakan. Karena ia hanya ingin mencari jabatan dan kedudukan saja. Sehingga ia mengingkari janji-janji yang telah diucapkan.

  1. Mengkhianati Amanah.

Menjadi seorang pemimpin adalah amanah. Apabila ia menyia-nyiakan amanah yang telah diberikan, maka ia tergolong orang yang khianat dan dilabeli pada dirinya terdapat ciri kemunafikan.