...
Setiap Muslim Harus Punya Bekal Amal Jariyah

WAKAF MANDIRI - Dalam Islam, kehidupan tak hanya selesai di dunia, tapi juga akan menempuh perjalanan panjang menuju negeri yang kekal abadi. Karena itu, amat penting bagi setiap muslim untuk benar-benar memberikan perhatian besar dalam mempersiapkan diri dan mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya. Jangan sampai kita menjadi golongan yang merugi, karena lalai memanfaatkan waktu untuk beribadah dan beramal.

Dunia sebagai tempat singgah sementara, haruslah dimanfaatkan betul-betul dalam mencari bekal. Sebab tatkala seseorang meninggal, tiada hal lain yang bisa dibawa kecuali 3 hal. Yakni amal jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang saleh.

“Jika anak cucu adam mati, maka semua amal perbuatannya terputus kecuali tiga hal; sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan orang tunya.” (HR. Muslim)

Dan melalui amal jariyah (wakaf), akan terus menebar kebaikan dan mengalirkan pahala bagi orang yang menunaikannya, bahkan setelah wafat. Inilah mengapa setiap muslim harus memiliki amal jariyah. Ketika tubuhnya telah dikebumikan, namun pahala kebaikan akan terus datang, sehingga menyelamatkannya saat di akhirat nanti.

Seperti wakaf sumur milik Utsman bin Affan. Meski telah berusia 1440 tahun, sumur Raumah masih terus mengalirkan kebaikan. Bahkan didekatnya terhampar kebun kurma yang luas. Panen dari buah kurma dijual oleh Departemen Pertanian ke pasar-pasar dan setengah hasil penjualan kurma diberikan kepada anak-anak yatim dan fakir miskin. Meski ada istilah, ‘harta tak bisa dibawa mati’, namun harta yang telah menjadi amal kebaikan akan menjadi bekal terbaik kita di akhirat kelak.