...
Orang Pintar Pilih Berwakaf

WAKAF MANDIRI - Jika memiliki uang banyak, lalu disuruh memilih untuk kegiatan sosial, yakni sedekah atau berwakaf. Walaupun kesemuanya adalah hal luar biasa dan membawa pahala besar, namun orang pintar akan berhitung secara efektif dan efisien.

Uang untuk sedekah bisa habis dalam satu waktu. Misalkan memberi bingkisan untuk seribu warga miskin. Maka, uang sedekahnya akan habis untuk bingkisan sembako. dan sembakonya pun cepat atau lambat akan habis dikonsumsi. Meskipun amalan memberi makan anak yatim dan dhuafa sangat luar biasa ganjarannya.

Berbeda dengan wakaf, misalnya kita mewakafkan bangunan sekolah dan asrama gratis untuk anak yatim. Dan jika dikelola oleh lembaga wakaf terpercaya seperti Wakaf Mandiri, bangunan sekolah dan asrama tersebut bisa terus-menerus bermanfaat untuk anak-anak yatim dhuafa. Maka ganjaran pahalanya akan terus mengalir selama bangunan tersebut masih bermanfaat.

Atau jika kita mewakafkan sumur, yang bisa dimanfaatkan oleh puluhan kepala keluarga. Maka sumur wakaf tersebut takkan habis begitu saja, akan terus mengalirkan pahala ke dalam ‘rekening amalan’ kita selama masih dimanfaatkan.

Keunggulan berwakaf dibandingkan sedekah. Yakni,

1. Jangkauan lebih banyak.

Uang yang dijadikan benda wakaf, manfaatnya lebih menjangkau banyak orang. Misalnya wakaf masjid, wakaf sekolahan dan asrama anak yatim, wakaf rumah sakit, wakaf tanah, wakaf hasil kebun, wakaf mobil ambulans, dan lainnya. Maka banyak orang yang bisa memanfaatkannya. Karena benda tersebut terus-menerus ada, tidak habis dibagikan, dan tidak menjadi hak milik pribadi seseorang.

2. Waktu pemanfaatan lebih lama.

Wakaf juga bisa dimanfaatkan dengan lebih lama. Perbedaan sedekah dengan wakaf adalah seperti seseorang yang memberikan seekor ikan, dan seseorang yang memberikan pancingan ikan. Meskipun amat diperlukan untuk mengisi perut yang lapar, namun seekor ikan bisa habis dalam waktu beberapa jam saja. Sedangkan pancingan bisa terus dimanfaatkan untuk mendapatkan berapa ekor ikan pun setiap harinya.

3. Benda yang diwakafkan tidak habis dikonsumsi.

Keunggulan wakaf lainnya adalah, barang yang diwakafkan takkan habis dikonsumsi. Karena barang tersebut ‘ditahan’ dan hanya manfaatnya yang diberikan pada banyak orang. Sehingga sebuah barang wakaf bisa ‘beranak pinak’ melahirkan barang wakaf lainnya.

4. Aliran pahala bisa terus diperoleh, meski pewakaf telah meninggal dunia.

“Apabila seorang manusia meninggal dunia, terputus darinya amalnya kecuali dari tiga hal, yakni dari sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

Maka jelaslah, bahwa orang yang Allah titipkan harta dalam jumlah besar, sebaiknya merencanakan untuk berwakaf, agar pemanfaatan hartanya di dunia maupun akhirat lebih efektif dan efisien.