...
Muslimah, Tetap Produktif Meski di Rumah Aja

WAKAF MANDIRI - Allah SWT berfirman, “Dan hendaknya kalian tetap di rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah dulu.” (QS. Al-Ahzab: 33).

Rumah adalah kantor terbaik bagi muslimah. Ditempat itulah, ia membangun karir dan merajut cita-cita untuk kebaikan kehidupan dunia dan akhiratnya kelak. Perintah agar muslimah menetap dirumahnya mengandung banyak hikmah. Diantaranya agar terjaga kehormatan, kesucian diri dan kemuliaannya. Bahkan, tempat ibadah terbaik bagi muslimah adalah di rumahnya.

Dari Ummu Humaid radhiallahuanha, beliau berkata, “Wahai Rasulullah, saya sangat ingin sekali shalat bersama Anda.” Beliau SAW lantas menjawab, “Aku sudah tahu bahwa engkau sangat ingin shalat (berjamaah) bersamaku, namun shalatmu di dalam kamar khususmu (bait) lebih utama daripada shalatmu di ruang tengah rumahmu (hujrah), dan shalatmu di ruang tengah rumahmu lebih baik daripada shalatmu di ruang depan rumahmu, dan shalatmu di ruang depan rumahmu lebih baik daripada shalatmu di masjid kaummu, dan shalatmu di masjid kaummu, lebih baik daripada shalatmu di masjidku ini (Masjid Nabawi). Ummu Humaid lalu meminta untuk dibangunkan tempat shalat di pojok kamarnya yang paling gelap. Dan ia melakukan shalat di sana hingga berjumpa dengan Allah SWT.” (HR. Ahmad).

Namun, muncul anggapan bahwa membangun karir dan produktifitas hanya bisa dilakukan di luar rumah. Hingga kadang melanggar batasan syariat. Tentu anggapan ini keliru. Muslimah tetap bisa produktif, walaupun menetap di dalam rumah. Bukan karena ia hanya dirumah, lantas tertutuplah jalan-jalan kebaikan untuknya.

Abu Darda radhiyallahu ‘anhu pernah menulis surat kepada Salman al-Farisi radhiyallahu ‘anhu agar kembali ke tanah yang disucikan (Baitul Maqdis). Salman al-Farisi mengatakan, “Tempat tidaklah mensucikan seseorang. Namun yang mensucikan seseorang adalah amalnya.” (Al-Muwatta’)

Maksudnya, bahwa semata-mata tinggal dan menetap di tempat tertentu, tidaklah menghapuskan dosa atau menaikkan derajat seseorang. Namun yang menaikkan derajat seseorang di sisi Allah adalah amal saleh yang ia lakukan, dimanapun ia berada.

Berikut cara agar seorang muslimah tetap bisa produktif, walau dirumah saja. Yakni,  

1. Bertaqwa kepada Allah dan mengharapkan keberkahan di setiap aktivitas.

Kunci produktivitas adalah keberkahan waktu dan tidak melakukan aktivitas yang sia-sia. Ruang gerak bisa terbatas, tapi jalan mendapatkan pahala Allah terbuka sangat luas dengan porsi yang sama bagi muslim maupun muslimah.

Bagi muslimah yang menetap di rumah karena ketaqwaannya kepada Allah SWT tentu sudah mendapatkan balasan di sisi Allah, karena niatnya untuk ketaatan. Luruskan niat dan jujur kepada Allah, bahwa kita memang ingin pengoptimalkan waktu untuk kebaikan.

Dimanapun kita berada, mintalah keberkahan kepada Allah untuk setiap aktivitas. Diantara tanda keberkahan waktu adalah, Allah jauhkan kita dari aktivitas yang sia-sia.

2. Memperbanyak zikir.

Muslimah yang tinggal di rumah sering berhadapan dengan berbagai pekerjaan rumah. Kadang muslimah merasa amat lelah dan bosan. Salah satu obat mujarabnya adalah dengan memperbanyak zikir kepada Allah. Dzikir akan menyejukkan hati dan mendatangkan ketenangan.

“(yaitu) Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan berdzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram.” (QS. Ar-Ra’du: 28).

3. Menyibukkan diri dengan ilmu.

Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim dan muslimah. Dengan mudahnya akses belajar saat ini, muslimah bisa menuntut ilmu di rumahnya. Ia bisa belajar melalui rekaman kajian, membaca buku-buku bermanfaat dan mengkajinya.

Sebagian muslimah lalai dari kesungguhan menuntut ilmu, sehingga kita dapati muslimah yang semangat beramal tanpa ilmu. Ia menyangka telah mendekatkan diri kepada Allah, padahal amalnya jauh dari apa yang Allah perintahkan melalui RasulNya.

Banyak muslimah yang lalai dari mempelajari hukum-hukum yang khusus untuk dirinya, seperti tata cara berhijab yang sesuai syariat, hukum seputar haid, istihadhoh dan nifas, adab berinteraksi dengan non-mahram, dan lainnya.

4. Memiliki aktivitas bermanfaat yang digemari.

Cobalah miliki hobi yang positif, dan dapat dilakukan di rumah, sehingga muslimah merasa bermanfaat dan tidak bosan. Misalnya menulis, membaca dan menelaah buku, menjahit, berkebun, mengajar, dan lainnya.

Tentu waktu dan porsinya disesuaikan dengan keluangan setiap muslimah dan tidak mengganggu kewajibannya kepada Allah, RasulNya, suami maupun keluarganya.

5. Mendidik anak-anak.

Rumah adalah madrasah pertama setiap manusia. Wanita dengan perannya sebagai ibu akan menjadi guru pertama untuk anak-anaknya. Seorang ibu yang sadar akan peran dan pengaruhnya kepada anak-anaknya, akan berusaha membangun pondasi yang kokoh untuk madrasahnya. Sehingga anak-anaknya tumbuh menjadi anak-anak yang saleh dan salehah. Anak yang saleh akan menjadi investasi berharga bagi orang tuanya.

Apa yang ia tanamkan kepada anaknya berupa ilmu, adab dan akhlaq mulia akan menghasilkan banyak pahala. Yaitu pahala mendidik anak, pahala berdakwah dan pahala jariyah, jika sang anak mengamalkannya. Mendidik dan merawat buah hati sudah cukup membuat muslimah produktif di dalam rumahnya dengan berbagai aktivitas mendidik dan belajar.

Pahala di Setiap Sudut Rumah

Muslimah menjadi tidak produktif di rumah, karena ia merasa sibuk dengan aktivitas yang sia-sia. Seperti membereskan rumah, menyiapkan makanan, mencuci pakaian keluarganya atau aktivitas lainnya yang terkesan tidak menghasilkan apa-apa.

Padahal, tidak ada kebaikan yang sia-sia di sisi Allah. Allah SWT berfirman, “Maka barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Al-Zalzalah: 7).

Bahkan seorang wanita akan mendapatkan kemuliaan memasuki surga dari pintu manapun yang ia suka, hanya dengan empat syarat yang disebutkan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya, “Ketika wanita shalat lima waktu, berpuasa ramadhan, menjaga kehormatan kemaluannya, dan taat kepada suaminya, akan dikatakan kepadanya (diakherat kelak), ‘masuklah surga dari pintu mana saja yang engkau kehendaki’” (HR. Ahmad).

Kuncinya adalah ikhlas, melakukannya karena Allah SWT. Niatkan setiap aktivitas rumah tangga untuk mendapatkan ridho Allah dengan berbakti kepada orang tua atau suami dan memudahkan urusan mereka. Wallaahu a’lam.