WAKAF MANDIRI - Melakukan perjalanan mungkin sudah menjadi kebiasaan sebagian besar di antara kita. Mulai ke sekolah, kampus, pasar, hingga ke luar kota. Perjalanan tersebut tentunya membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Namun pernahkah terpikir oleh kita untuk memanfaatkan waktu selama perjalanan tersebut dengan amalan-amalan yang dapat mendatangkan manfaat bagi kita? Berikut beberapa amalan untuk mengisi waktu dalam perjalanan. Yakni,
Berdzikir, adalah ibadah yang sangat mudah. Bisa dilakukan kapan pun dan tanpa mengeluarkan banyak biaya. Namun Allah menjanjikan ganjaran yang sangat besar bagi orang yang lisannya selalu basah dengan dzikir. Apapun kendaraan yang kita gunakan, serta selama apapun kita melakukan perjalanan, berdzikir dapat kita lakukan setiap saat. Ketika sedang memegang setang motor atau memegang kemudi roda empat. Ketika berjalan cepat di jalan tol atau kondisi kendaraan kita terjebak macet.
Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepadaNya di waktu pagi dan petang.” (QS. Al Ahzab: 41, 42)
“Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’d: 28)
Dari Abdullah bin Basr rodhiallahu ‘anhu ia berkata, “Seorang laki-laki pernah berkata kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam itu banyak, maka beri tahukan kepadaku sesuatu yang dapat aku jadikan pegangan!’ Maka Rosul menjawab, “Hendaklah lisanmu senantiasa basah dengan berdzikir pada Allah.” (HR. Tirmidzi)
Adapun lafal dzikir yang dapat kita baca saat perjalanan sangat banyak sekali. Kita dapat membaca tasbih (Subhanalloh), tahmid (Alhamdulillah), takbir (Allohu Akbar), tahlil (Laa ilaha illalloh) ataupun lafal-lafal lainnya yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Nabi SAW bersabda, “Dua buah kalimat yang ringan di lisan, berat dalam timbangan (mizan) dan dicintai oleh Ar Rohman, Subhanalloh wa bihamdih, Subhanallohil ‘azhiim.” (HR. Bukhori Muslim)
Demikian pula, kita dapat mengucapkan lafal-lafal lainnya. Seperti ucapan istigfar (Astaghfirulloh) sebagaimana Rasulullah menyebutkan, bahwa beliau beristigfar lebih dari 70 kali setiap harinya. Seorang salaf pernah berkata, “Perbanyaklah istigfar di rumah kalian, di depan hidangan kalian, di jalan, di pasar dan dalam majelis-majelis kalian dan di mana saja kalian berada! Karena kalian tidak tahu kapan turunnya ampunan!!”
Kita juga dapat membaca sholawat Nabi yang berasal dari dalil yang shahih, sebagaimana sabda Beliau SAW, “Janganlah engkau jadikan kuburanku sebagai tempat perayaan dan bersholawatlah untukku karena sesungguhnya sholawat yang engkau ucapkan akan sampai kepadaku di mana saja engkau berada.” (HR. Abu Daud dan Ahmad)
Terkadang waktu perjalanan yang kita lakukan bisa memakan waktu yang cukup lama. Hal lain yang bisa kita lakukan untuk mengisi waktu tersebut adalah dengan mengulang-ulang kembali hafalan Al-Quran kita.
Misalnya, perjalanan dari rumah ke sekolah, kampus atau kantor bisa memakan waktu setengah sampai satu jam. Apalagi jika terjebak kemacetan lalu lintas. Waktu setengah jam dapat kita gunakan untuk mengulang hafalan Al-Quran setengah sampai satu juz.