WAKAF MANDIRI - Pernahkah berpikir mengapa zakat saja tidak cukup untuk orang-orang dermawan? Islam memberi kesempatan pada orang-orang berharta untuk berwakaf atau bersedekah dan zakat, untuk mensucikan harta mereka. Karena manfaat wakaf dan amalan lainnya sangatlah luas.
“Kalian sekali-kali tidak sampai pada kebaktian (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya,” (QS. Ali Imran: 92)
Selain untuk menambah pahala kebaikan, amalan wakaf juga memiliki banyak manfaat. Terutama untuk orang yang membutuhkan dan merasakan langsung dampaknya.
Berikut manfaat wakaf, baik yang berwakaf maupun anak yatim dan dhuafa. Yakni,
1. Pahala Abadi.
Selama benda yang diwakafkan masih dimanfaatkan oleh masyarakat, sekalipun sang pewakafnya sudah meninggal dunia, pahala akan terus mengalir.
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir. Pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi sesiapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)
2. Membuat Orang Bahagia.
Seorang hartawan yang berwakaf, akan memiliki kepekaan sosial yang lebih tinggi dibandingkan seorang hartawan yang hanya sibuk menimbun properti, emas, kendaraan, dan barang mewah.
Wakaf dan sedekah membuat orang berbahagia. Orang yang memberi sedekah terbukti lebih berbahagia dibandingkan dengan orang yang tidak memberi sedekah. Mengeluarkan uang untuk dipakai orang lain yang lebih membutuhkan, ternyata lebih membuat orang berbahagia dibandingkan dengan memanfaatkan uang untuk dipakai sendiri.
3. Membantu Orang Lain yang Kesulitan.
Misalnya, wakaf berupa tanah yang manfaatnya diberikan untuk orang yang sedang dalam kesulitan, sehingga tidak memiliki tempat tinggal.
4. Sadar, Jika Semua Harta yang Dimiliki Tidak Kekal.
Sesungguhnya yang kekal adalah amalan yang kita lakukan dalam memanfaatkan harta yang dimiliki tersebut Terutama wakaf sebagai shadaqoh jariyah yang pahalanya terus mengalir sekalipun si pewakaf telah tiada.
5. Wakaf, Membantu Masyarakat Mendapatkan Fasilitas Umum yang Lebih Baik.
Wakaf bisa digunakan untuk mendirikan atau membuat fasilitas umum sehingga bermanfaat untuk masyarakat luas. Saat ini sudah banyak dibangun sarana untuk anak yatim dan dhuafa.
6. Agar Tidak Terjadi Kesenjangan Sosial.
Hubungan masyarakat antara yang kaya dan miskin biasanya mengalami kesenjangan sosial. Ada rasa iri yang dimiliki orang-orang miskin, jika melihat kenikmatan yang diperoleh orang-orang kaya. Orang kaya memiliki rumah bagus, kendaraan pribadi, sekolah di tempat elit, dan lain sebagainya.
Ketika seorang hartawan berwakaf untuk digunakan manfaatnya secara umum, maka orang yang kekurangan pun bisa merasakan dampaknya. Sehingga hal ini dapat membuat hubungan masyarakat lebih harmonis dan kesenjangan sosial memudar.
7. Wakaf Dapat Mendorong Pembangunan di Bidang Keilmuan
Banyak wakaf yang digunakan untuk mendirikan sarana umum seperti pondok pesantren, asrama sekolah, sekolah gratis, yayasan pendidikan atau fasilitas lainnya yang bermanfaat untuk masyarakat kecil untuk menimba ilmu.