...
Hilangkan Kebencian Pada Orang Lain

WAKAF MANDIRI - Kebencian itu membuat diri senantiasa emosi, bahkan hanya dengan membayangkannya saja. Apalagi jika bertatap muka dan mendengarnya berkata-kata. Mari kita perlahan menghilangkan kebencian dalam hati, terhadap siapapun juga. Baik kepada seseorang ataupun kepada sebuah golongan. Karena sesungguhnya, ketika kita membenci orang lain, justru orang tersebut menang dan kita kalah. Mengapa demikian?

Karena kita telah mengizinkan orang tersebut untuk mendominasi hati kita. Orang itulah yang memegang kendali atas sikap kita. Dia bisa membuat kita kesal, marah, dan mungkin juga menangis.

Kisah di zaman Rasulullah berikut ini mungkin bisa kita jadikan sebagai bahan renungan. Suatu hari di sebuah masjid, ketika Rasullullah SAW bersama-sama para Sahabat selesai melaksanakan ibadah shalat, tiba-tiba Beliau bersabda, bahwa sebentar lagi akan datang seseorang yang akan dijamin masuk surga oleh Allah. Kemudian masuklah seorang laki-laki (sebut saja dia Fulan) yang kemudian juga melakukan shalat dan langsung berlalu, ketika dia selesai melakukannya.

Keesokan harinya, Rasullullah juga mengatakan hal yang sama, dan kemudian muncul juga seseorang yang sama dengan hari kemarin. Kejadian ini pun berulang sampai 3 hari berturut-turut.

Seorang sahabat, yakni Abdullah bin Amr, menjadi penasaran terhadap amalan apa yang biasa dilakukan oleh si Fulan, sehingga Rasullullah sampai 3 kali menyerukan bahwa ia adalah seorang yang dijamin masuk surga. Rasa penasaran ini membuat Abdullah Bin Amr kemudian mendatangi rumah si Fulan untuk bermabit guna menyelidiki amalan rahasia apakah yang rutin dikerjakan olehnya.

Abdullah Bin Amr kemudian mengatakan, bahwa dirinya saat itu sedang ada sedikit masalah dengan ayahnya dan berjanji tidak ingin menemui ayahnya sampai 3 hari ke depan. Sehingga kemudian ia meminta ijin untuk bisa menginap di rumah si Fulan sampai 3 hari. Dan si Fulan pun mengijinkan beliau begitu saja untuk menginap di rumahnya, tanpa bertanya apapun lagi kepada Abdullah Bin Amr.

Selama 3 hari itu Abdullah Bin Amr selalu memperhatikan setiap perbuatan si Fulan. Anehnya, Beliau tidak menemukan suatu ibadah yang istimewa yang dilakukan oleh Fulan. Bahkan shalat tahajud pun jarang Fulan lakukan, kecuali selalu berdzikir ketika tidurnya terganggu di tengah malam dan kemudian mengubah posisi tidurnya, dan inipun dilakukannya setiap fulan bangun tidur.

Setelah 3 hari Beliau menginap di rumah Fulan, sebelum berpamitan pulang, akhirnya Abdullah Bin Amr menceritakan semuanya kepada Fulan. Bahwa sebenarnya, Beliau sedang tidak bertengkar dengan ayahnya, dan keadaan baik-baik saja.

Beliau juga bercerita bahwa Beliau melakukan ini semua karena ingin tahu ibadah khusus apa yang Fulan lakukan, sehingga Rasullullah menjaminnya masuk surga. Abdullah bin Amr merasa tidak mendapati Fulan melakukan ibadah khusus apapun, selain dzikir di tengah malam.

Dengan segala kerendahan hatinya, fulan kemudian berkata, “Aku memang tidak punya amalan atau ibadah yang istimewa, hanya saja… Aku tidak mempunyai rasa benci, iri, dengki kepada semua orang.”

Masya Allah! Betapa damainya hati, ketika seseorang tidak menyimpan kebencian atau penyakit hati lainnya. Jika benci, bencilah karena Allah! Artinya, hanya membencilah pada perbuatannya, bukan pada orangnya. Karena itu bisa lebih mendekatkan kita pada sikap adil. Semoga Allah memudahkan kita untuk menghapus kebencian pada orang lain.