WAKAF MANDIRI - Setiap manusia hidup dengan perasaan yang berbeda-beda. Tingkat kepekaan dengan sesama, mudah tidaknya dia kecewa, benci dan cinta pada suatu perkara, dan lain sebagainya. Satu di antara hal yang terkadang terlupakan di antara kita, bahwa Allah SWT tidak pernah menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Ada makna di balik apa yang Dia ciptakan. Begitu pula dengan rasa.
Perasaan yang Allah SWT telah dianugerahkan kepada kita adalah sebuah kenikmatan yang mestinya kita syukuri. Kita jadikan perasaan dalam dada untuk semakin mendekatkan diri kepadaNya.
Ibadah
Jangan berpikir bahwa ibadah itu terbatas pada amalan badan, semisal shalat dan puasa. Jangan berpikir pula bahwa ibadah itu terbatas pada amalan yang harus mengeluarkan uang, semisal sedekah dan zakat.
Ibnul Qayyim rahimahullaahu menjelaskan, “Peribadahan itu menghimpun rasa cinta yang sempurna, dalam perendahan diri dan ketundukan yang sempurna pula, untuk mendapatkan ridha Allah, serta ketundukan terhadap perintahNya. Ini adalah puncak dari tujuan tertinggi.” (Madarijus Salikin, 3: 409)
Segala sesuatu yang Allah SWT cintai, merupakan suatu ibadah. Sesuatu yang dicintai oleh Allah dapat diidentifikasi dengan beberapa cara. Misalnya, Allah SWT memerintahkan hal tersebut, memuji pelakunya, mengabarkan bahwa orang yang melakukannya berada dalam keridhaanNya, diberikan pahala atasnya, atau dengan janji berupa limpahan ganjaran dariNya.
Shalat dan menunaikan zakat merupakan ibadah, karena Allah SWT mencintai amalan tersebut. Bukti bahwa Allah mencintainya adalah adanya perintah untuk shalat dan zakat. Allah tidak akan memerintahkan hamba melakukan sesuatu yang tidak dicintai-Nya.
“Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk.” (QS. Al–Baqarah: 43)
Berucap yang baik, juga merupakan suatu ibadah karena Allah SWT memerintahkannya dan menjelaskan, bahwa bertutur yang baik adalah salah satu sebab selamat dari neraka.
Nabi SAW bersabda, “Jagalah kalian dari api neraka, walaupun dengan bersedekah sepotong kurma. Namun siapa yang tidak mendapatkan sesuatu yang bisa disedekahkannya, maka dengan (berucap) kata-kata yang baik.” (HR. Bukhari no. 6023 dan Muslim no. 1016)
Berbagi Rasa adalah Ibadah
Selain amalan anggota badan dan ucapan lisan, ibadah juga mencakup amalan hati. Rasa takut, harap dan cinta bisa menjadi suatu ibadah apabila karena Allah. Begitu pula dengan tawakal, khusyu’ dan penyesalan terhadap maksiat, juga termasuk ke dalam ibadah.
Di antara bukti bahwa rasa takut kepada Allah SWT, merupakan suatu ibadah adalah firman Allah SWT, “Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak terlihat oleh mereka, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al–Mulk: 12)
Dalam ayat tersebut, Allah SWT memberikan kabar bahwa orang yang takut kepada Allah SWT akan diberikan ampunan dan pahala yang besar. Allah SWT tidak akan memberikannya kepada orang yang tidak dicintaiNya. Rasa takut kepada Allah SWT ini merupakan hal yang dicintai oleh Allah SWT, sehingga hal ini termasuk ibadah.
Contoh lain adalah tawakkal. Tawakkal merupakan bentuk ibadah kepadaNya, karena Allah SWT berjanji bahwa barangsiapa yang bertawakal kepada Allah SWT, maka Allah akan mencukupinya. Sebagaimana firman Allah SWT, “Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath–Thalaq: 2)
Allah SWT akan memberikan balasan berupa kecukupan hanya kepada hamba yang melakukan amalan yang Dia cintai. Sehingga tawakkal merupakan ibadah, karena dicintai oleh Allah SWT.
Semoga Allah SWT memberikan taufik kepada kita semua dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang senantiasa istiqamah dalam beribadah kepadaNya di setiap waktu dan keadaan, baik dengan amalan hati, ucapan, maupun amal perbuatan.