...
Bakti Anak ke Orang Tua Sepanjang Hayat

WAKAF MANDIRI - Ada seorang kakek, yang dirawat di rumah sakit karena terkena stroke dan lumpuh. Ia tidak bisa berjalan maupun berbicara. Keluarganya tidak ada yang menengoknya. Setahun kemudian, ia mulai bisa berjalan dan bisa berbicara.

Pihak rumah sakit segera menelepon anak-anaknya dan memintanya untuk menjemput ayahnya. Serta membawanya pulang, karena keadaan ayahnya sudah membaik. Si anak mengatakan, ia akan segera menjemput ayahnya. Sekian lama ditunggu oleh pihak rumah sakit, ternyata belum juga dijemput, meskipun sudah berkali-kali ditelepon.

Akhirnya pihak rumah sakit mengutus seseorang untuk membawa kakek tersebut ke rumah anaknya, yang alamatnya sudah diketahui sebelumnya. Sesampainya di depan rumah anaknya, utusan rumah sakit mengetuk pintu rumah. Tidak lama anak kakek tersebut keluar dan melihat anaknya datang. Namun, apa yang dilakukannya?

Ia malah menegur utusan rumah sakit, “Mengapa Anda datang membawa ayahku sekarang? Bukankah sudah kukatakan, akan datang ke rumah sakit untuk menjemput ayahku?” Ia segera masuk dan keluar membawa senapan untuk berburu, sambil mengarahkan moncong senapan ke kepala utusan rumah sakit dan berkata, “Bawalah lagi ayahku ke rumah sakit, atau kalau tidak peluru ini akan menembus kepalamu!” Akhirnya si kakek terjatuh dan menjadi lumpuh dan tidak bisa berbicara lagi. Setiap ia melihat orang lain, ia menangis dan menangis.” (Saat Hidayah Menyapa, Fariq Gazim Anuz, hlm. 181-183)

Kisah dramatis seorang anak yang durhaka pada orang tua yang sangat tragis. Teganya dia mengusir ayahnya yang sakit, dan memperlakukannya sedemikian kejam. Semoga kita terhindar dari sikap semacam ini dan bisa membersamai orang tua. Lebih-lebih di masa senjanya dengan kebahagiaan dan akhlak mulia.

Bakti seorang anak di antaranya dengan membuat orang tua ridha, menaatinya selama dalam perkara yang tidak menyalahi syariat dan dengan menggembirakan hatinya. Seperti memberi sesuatu yang diinginkannya. Dan yang terpenting adalah mendakwahi keduanya dalam ketaatan pada Allah SWT.

Bakti anak saleh sebagaimana kisah indah Nabi Ibrahim dalam menyeru pada ketauhidan, merupakan perjuangan menakjubkan yang seharusnya menginspirasi kaum muslimin untuk berbuat baik kepada kedua orang tua. Kisah yang diabadikan di dalam Al-Quran dalam surat Maryam ayat 46-47, Allah SWT berfirman, “Apakah engkau benci kepada tuhan-tuhanku, wahai Ibrahim. Jika kamu tidak berhenti, niscaya kamu akan ku rajam dan tinggalkanlah aku untuk waktu yang lama.” Ibrahim berkata, “Semoga keselamatan bersamamu. Aku akan memohonkan ampun kepada Rabbku untukmu.” (QS. Maryam: 46 – 47)

Bakti seorang anak kepada kedua orang tua itu sepanjang hayat. Seperti mendoakan dan memintakan ampun kepada Allah SWT. Lalu menyambung silaturahim dengan kerabat orang tua, berbuat baik pada sahabat orang tua, dan meneruskan amal salehnya. Semoga Allah SWT memudahkan hati dan langkah kita untuk memuliakan orang tua, sebagaimana yang disyariatkan Islam.