Card image
Yuk Cari Tahu Hukum Wakaf Baik Secara Agama dan Negara

Hukum Wakaf  - Wakaf merupakan amal kebaikan yang dianjurkan. Salain itu wakaf juga sudah cukup populer di telinga masyarakat terutama di Indonesia. Wakaf sendiri seperti yang sudah kita jelaskan di Artikel sebelumnya berasal dari bahasa arab yaitu “ Waqf” yang mempunyai arti menahan diri.

Namun pengertian secara umum dari wakaf adalah memindahkan yang awalnya hak pribadi menjadi milik umum atau organisasi yang mana terfokus untuk kepentingan masyarakat atau orang banyak.

Untuk kesempatan kalin ini akan kita bahas mengenai hukum wakaf itu sendiri. Simak pembahasan berikut ini.

Dasar Hukum Wakaf

Layaknya amal kebaikan lainya yang mempunyai tuntunan atau pernah di ajarkan pada zaman rosulullah, wakaf sendiri juga mempunyai dasar hukum baik dari hadis atau dari pemerintah. Untuk itu perlu kita ketahui bahwa wakaf juga mempunyai hukum tersendiri.  Berikut ini adalah hadis yang menjelaskan tentang hukum dari wakaf dan hukum menurut undang – undang.

Baca Juga : Pengertian Wakaf Secara Umum

Hukum Wakaf Berdasarkan Hadis

Yang pertama aadalah hukum berdasarkan hadis. Para ulama menjelaskan bahwa wakaf mempunyai hukum sunah atau dianjurkan. Beberapa hadis yang menguatakan salah satunya sabda Nabi Muhammad SAW yang mempunyai arti :

“ Apabila mati anak adam terputuslah amalan kecuali tiga hal yaitu, Shadaqah Jariah, Ilmu bermanfat, Anak sholih/sholihah yang mendoakan orang tuanya”

Berdasarkan hadis diatas yang salah satunya menyebutkan shadaqah jariah. Wakaf sendiri merupakan salah satu amal baik yang bermanfaat untuk orang banyak dan termasuk kedalam shadaqah jariah.

Ada hal yang bisa marubah hukum wakaf yang awalnya sunnah atau dianjurkan menjadi haram atau tidak boleh dilakukan dan menjadi wajib. Hal – hal yang dimaaksud adalah sebagai berikut.

  • Tidak tulus dari hati, atau hanya ingin mendapatkan pujian ( Menjadi haram )
  • Orang yang sudah bernazar untuk berwakaf karena sesuatu ( Hukumnya menjadi wajib )

Hukum Wakaf Menurut Peraturan Pemerintah

Selain hukum yang bersumber dari hadis juga terdapat hukum atau peraturan yang sudah di jelaskan dalam peraturan pemerintah yang terdapat di Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Undang Undang Nomor 41 Tahun 2004.

Dalam peraturan pemerintah sendiri sudah dijelaskan dengan lengkap bagaimana ketentuan untuk wakaf, nadzir dan penejlasan lainya,

Untuk itu tentunya untuk berwakaf tidak perlu berpikir ulang karena memang pada dasarnya wakaf merupakan amalan yang baik, dan bisa menjadi pahala atu bekal menuju akhirat.

Baca Juga : Pendapat dan Perbedaan Ulama Tentang Wakaf

Wakif Ingin Mengambil Kembali ? Bagaimana Status Wakafnya ?

Ada banyak jenis barang yang bisa diwakafkan, mulai dari tanah, bangungan, atau benda lain yang tentunya bisa untuk manfaat orang banyak.

Kali ini kami akan menjelaskan bagaimana jika ada tanah yang sudah diwakafkan dan pihak dari wakif ingin mengambi kembali ? lantas status tanah dari yang sudah diwakafkan bagaimana ??

Jika kamu sedang kebingungan jika ada yang bertanya” Bagaimana jika wakif ingin mengambil tanah yang sudah diwakafkan dan ingin menjualnya ?? “ untuk anda yang mungkin masih belum begitu memahami tentunya akan kesulitan menjawab untuk itu simak beberapa pembahasan jika ada pertanyaan seperti diatas.

Pertama. Jika ada pertanyaan bagaimana jika ada wakif yang ingin mengambil kembali wakat tanah yang sudah di wakafkan ?

Jika ada barang baik tanah atau lainya ingin diambil oleh pihak wakif maka bisa merujuk pada kitab As Sirajul Wahhaj yang dijelaskan oleh Muhammad Zuhri Al Ghamrawi. Menurut pendapatnya harta benda yang sudah diwakafkan itu berpindah kepada Allah SWT.

Namun sebelum itu harus dilihat terlebih dahulu, permasalahan yang terjadi karena pada dasarnya  syarat dari wakaf adalah harta milik sendiri secara penuh.

Seperti contoh ada ibu yang mempunyai tanah milik pirbadi dengan penuh, maka jika ada anak yang ingin mengambilnya tidak di perbolehkan karena tidak ada haknya. Namun jika ada ibu yang mewakafkan tanah namun masih ada hak dari anak maka anak boleh meminta kembali harta tersebut. Namun tidak penuh hanya sesuai dengan bagian yang diberikan.

Baca Juga : Tata Cara Wakaf Tanah

Kedua. Jika ada wakif yang ingin menjual harta atau benda contohnya tanah yang sudah diwakafkan bagaimana ?

Merujuk pada Undang Undang Nomor 41 tahun 2004 menjelaskan bahwa tanah yang sudah diwakafkan tidak boleh diperjual belikan kembali.

Tanah yang sudah diwakafkan juga sudah tidak mempunyai nilai ekonomis lagi.

Inilah penjelasan mengenai hukum wakaf yang perlu diketahui. Sahabt berminat untuk mewakafkan harta bendanya ?? tapi bingung mencari nadzir yang terpercaya di Indonesia?

Badan Wakaf Mandiri bisa menjadi solusinya, merupakan badan wakaf yang amanah, terpercaya profesional dan transparan.

Mari investasi untuk akherat sekarang juga dengan wakafmandiri.org

Quotes

WAKAF MANDIRI adalah Platform Donasi Digital milik LAZNAS Yatim Mandiri, sebagai media untuk memudahkan donatur dalam menyalurkan donasi wakafnya.