Card image
WAKAF BISA JADI SOLUSI KETAHANAN PANGAN SAAT PANDEMI

Wabah Covid 19 yang saat ini menerpa telah membuat pola social distancing untuk mengurangi kegiatan diruang publik. Virus dengan cepat menyerang manusia. Tidak hanya menyerang, pandemi Covid 19 kini menggoyang stabilitas ekonomi.

Masyarakat kelas menengah kebawah paling merasakan dampaknya. Tentunya ini menjadi beban baru bagi mereka yang sehari-hari hanya bekerja sebagai karyawan swasta, buruh pabrik dan pekerja lain yang hanya mengandalkan gaji. Kenaikan harga dan kelangkaan bisa terjadi, bagai bom yang bisa meledak sewaktu-waktu, mengingat dampak pandemi ini tidak hanya kelas nasional tapi dalam tataran global. 

Pemerintah sudah menjalankan fungsi dengan membentuk Gugus Tugas percepatan penanganan dengan alokasi APBNP seperti pengobatan suspect virus, serta bantuan tunai untuk masyarakat miskin.

Nazhir wakaf juga bisa berperan untuk ikut membantu penanganan pandemi saat ini. Maka, peran nazhir wakaf harus bisa mengembangkan potensi produktif bidang pertanian yang hasilnya nanti bisa menanggung beban masyarakat miskin maupun mauquf alaih yang selama ini telah berjalan dalam jangka panjang.  

Pertama, nazhir wakaf bersama Badan Wakaf Indonesia kembali mendata aset tanah wakaf yang memiliki potensi untuk dikembangakan pada sektor pertanian yang ada dibeberapa wilayah, terutama di zona hijau. Aset wakaf berupa tanah merupakan pendukung untuk menggenjot ketersedian pangan kedepan.

Kedua, membangun kolaborasi dengan berbagai elemen perusahaan dan wakif yang memiliki konsern dan minat untuk bergerak dalam sektor pangan. Minimnya biaya untuk mengawali pengelolaan aset wakaf agar produktif masih menjadi kendala bagi nazhir wakaf, terutama pada aset benda tak bergerak seperti tanah.

Persamaan lain yang perlu dibangun dari wakif maupun masyarakat kelas atas agar sadar bahwa tercapainya ketahanan pangan dan nutrisi yang baik adalah tanggung jawab bersama. Wakaf pada pertanian yang produktif hasilnya difungsikan untuk kesejahteraan sosial masyarakat. 

Ketiga, Praktik terbaiknya sudah dilakukan dalam pengelolaan wakaf dalam sektor pangan dengan basis pesantren, dalam hal ini adalah pesantren Gontor dan Tebu Ireng. Melalui hasil pertanian Pesantren Gontor mampu memenuhi kebutuhan primer dan memberikan manfaat berkelanjutan dengan memberdayakan 114 petani untuk mengelola lahan pertanian.

Jika praktik pengelolaan wakaf pada bidang pertanian yang dilakukan pesantren Gontor diimplementasikan pada skala besar, maka manfaatnya bisa dirasakan lebih luas kepada masyarakat sekitar terutama yang terkena dampak pandemi Covid 19.

Nazhir wakaf harus aktif mengisi peran dalam menghadang persoalan pangan dan kebutuhan pokok yang muncul saat ini, untuk melindungi entitas sosial. Saatnya bertindak untuk wujudkan ketahanan pangan.(*)

Sumber : bwi.go.id

Quotes

WAKAF MANDIRI adalah Platform Donasi Digital milik LAZNAS Yatim Mandiri, sebagai media untuk memudahkan donatur dalam menyalurkan donasi wakafnya.