Card image
MENGENAL HAGIA SOPHIA DENGAN SEJARAH DAN BANGUNANYA

Wakaf Hagia Sophia – seperti yang terdapat pada berita – bertia nasioanl beberapa bulan kemarin yang mana Turki menjadi perbincangan mancanegara dikarenakan fungsi dari Hagia Sophia atau Aya Sofya yang awalnya museum dirsmikan menjadi masjid ( Jumat, 10 Juli 2020 ).

Sejarah dari Hagia Sophia ini menjadi saksi akan tempat paling bersejarah di Istanbul Turki. Pasalnya peristiwa itu menjadi momok bagi negara Kristen Eropa dikarenakan Pusat Kerajaan Romawi Timur, Bizantium dangan Hagia Sophia jatuh di tangan Sultan Muhammad Al – Fatih yang umurnya masih 22 tahun.

Dibalik peristiwa perebutan kekuasaan itu memang menjadi sejarah bagi kaum muslimin dan termasuk juga non Muslim.

Pandangan dari Sultan Muhammad Al Fatih memang menarik karena di umurnya yang masih muda beliau di kenal dengan Sultan Mehmed II dan penguasa Utsmani ke – 7 pada era 1444 – 1446 dan 1451 – 1481 yang mana saat beliau masih berkuasa berhasil membangun 300 masjid. 57 madrasah, 59 tempat pemandian termasuk di wilayah istanbul.

Baca Juga : Wakaf Produktif di Zaman Nabi dan Para Sahabat

Sebagai penakluk, Muhammad AL Fatih bisa saja merampas semua kepemilikan orang kristen baik atas nama Ghanimah, Fai’ atau anfal. Namun tidak beliau lakukan malah ketika memasuki Konstatinopel dan Hagia Sophia beliau mengumumkan akan jaminan keamanan kepada para penduduknya.

Hagia Sophia pun tidak di ambil apalagi dengan dirampas, namun beliau beli sebelum akhirnya dijadikan sebagai masjid. Uang untuk membeli murni dari uang pribadinya dan bukan dari dana negara Baitul Mal. Setelah itu Hagia Sophia di wakafkan dan dijadikan sebagai masjid.

Hagia Sophia sempat menjadi bangunan dengan kubah terbesar di dunia. Karena dahulu kubahnya mempunyai ketinggian 160 Meter dan diameter 40 Meter namun roboh pada tahun 558 dan kemudian di bangun dengan tinggi 55 meter.

Dengan sejarah dan keunikanya itu Hagia Sophia ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan Dunia. Namun dengan berjalanya waktu Hagia Sophia juga menjadi salah satu destinasi wisata yang populer di Istanbul.

Wakaf Hagia Sophia juga tidak hanya sebagai masjid namun lebih dari itu karena didalamnya turut mengelola masjid, perpustakaan, tempat usaha, madrasah, hamami, sebili dan muvakkithanesia.

Baca Juga : Kisah Wakaf Utsman Bin Affan

Sabili Aya Sofa adalah tempat pendistribusian air minum pada masa Ottoman dibangun pada pertengahan abad ke 17.

Sedangkan Hamami adalah tempat pemandian umum yang letaknya tidak jauh dari Hagia Sophia dan Masjid Biru ( Sultan Ahmed ).

Dan Aya Sofya Muvakkithanesia adalah ruang waktu, atau tempat di tetapkanya waktu sholat dengan menggunakan sistem jam matahari.

Keteladanan Sultan Mahmed II tentunya patut untuk di tiru, dengan umur yang masih muda namun bisa membuat kejutan dengan membeli Hagia Sophia yang menjadi kebanggaan orang muslim khususnya di Istanbul.

Quotes

WAKAF MANDIRI adalah Platform Donasi Digital milik LAZNAS Yatim Mandiri, sebagai media untuk memudahkan donatur dalam menyalurkan donasi wakafnya.