Card image
Kisah Penerima Qurban di Zaman Nabi Muhammad SAW

Hari Raya Idul Adha adalah momen penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain meneladani ketaatan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS kepada Allah SWT, umat Muslim juga diingatkan akan pentingnya berbagi dengan sesama melalui ibadah qurban. Di zaman Nabi Muhammad SAW, praktik qurban penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial. Kisah-kisah inspiratif dari penerima qurban pada masa itu memberikan pelajaran berharga bagi kita semua.

Pada masa Nabi Muhammad SAW, qurban bukan sekadar ritual, melainkan juga sarana untuk mempererat hubungan sosial dan menunjukkan kepedulian kepada yang membutuhkan. Berikut adalah kisah inspiratif dari penerima qurban di zaman Rasulullah SAW.

Salah satu kisah yang sering diceritakan adalah tentang seorang sahabat Nabi yang hidup dalam kemiskinan. Sahabat ini memiliki keluarga besar dan kerap kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketika Idul Adha tiba, Rasulullah SAW mendorong umat Islam yang mampu untuk berqurban dan membagikan dagingnya kepada yang membutuhkan.

Menurut sebuah riwayat, sahabat yang miskin ini menerima bagian dari daging qurban. Dalam kondisi kekurangan, daging tersebut menjadi anugerah yang sangat berarti bagi keluarganya. Mereka jarang sekali bisa menikmati daging, dan pemberian ini membawa kebahagiaan serta harapan baru. Rasulullah SAW sendiri menekankan pentingnya berbagi, terutama kepada mereka yang berada dalam kesulitan, sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadits sahih.

Pengaruh Positif dari Ibadah Qurban
Kisah ini menunjukkan betapa besar dampak positif dari ibadah qurban. Penerima qurban tidak hanya mendapatkan makanan yang bergizi, tetapi juga merasakan kasih sayang dan kepedulian dari sesama Muslim. Hal ini memperkuat rasa persaudaraan dan solidaritas dalam komunitas Muslim.

Rasulullah SAW selalu memastikan bahwa daging qurban dibagikan secara adil dan merata, sehingga semua orang bisa merasakan berkah hari raya. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa menyembelih sebelum salat (Idul Adha), maka ia menyembelih untuk dirinya sendiri. Dan barang siapa menyembelih setelah salat, maka sempurnalah ibadahnya dan sesuai dengan sunah kaum Muslimin."

Kisah penerima qurban di zaman Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita tentang pentingnya ibadah qurban dalam mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kepedulian sosial. Ibadah ini mengajarkan kita untuk berbagi dengan ikhlas dan peduli terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan. Mari kita teladani Rasulullah SAW dan para sahabat dengan menjadikan qurban sebagai sarana untuk berbagi kebahagiaan dan memperkuat persaudaraan. Semoga ibadah qurban kita diterima oleh Allah SWT dan membawa berkah bagi kita semua. Aamiin.



Referensi
Bukhari, Muhammad ibn Ismail. Sahih al-Bukhari.
Muslim, Muslim ibn al-Hajjaj. Sahih Muslim.

Quotes

WAKAF MANDIRI adalah lembaga wakaf nasional yang berkhidmat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya yatim dan dhuafa, dengan menggalang dan mengelola sumberdaya wakaf secara produktif, profesional dan amanah.