Card image
Al-Quran, Cahaya yang Menerangi Kehidupan Kaum Muslimin

WAKAF MANDIRI - Allah SWT memuliakan umat ini dengan menurunkan Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW. Dan termasuk dari keistimewaan Al-Quran adalah, tidak ada kebatilan yang terdapat padanya, tidak dari depan maupun dari belakang. Dia adalah tali Allah yang kokoh, cahaya yang terang menerangi kehidupan seorang muslim. Jalan hidayah bagi manusia yang mengeluarkan mereka dari kegelapan syirik, kepada cahaya tauhid.

Al-Quran mengumpulkan kisah-kisah umat terdahulu bersama nabi-nabi mereka. Sebagaimana terkandung di dalamnya penjelasan hukum-hukum syariat, penjelasan tentang halal haram, aturan yang mengatur kehidupan manusia.

Maka Al-Quran adalah sebuah pedoman hidup dan jalan yang lurus bagi manusia. Al-Quran tidak menjadikan orang malas untuk mendengar dan membacanya. Bahkan perasaan terasa indah dan manis ketika mendengar Al-Quran. Ini berlaku tidak hanya bagi manusia, bahkan golongan jin pun menikmati bacaan Al-Quran. Sampai-sampai kemudian mereka mengimaninya dan pulang ke tempat asal mereka dengan memberi peringatan.

Allah SWT berfirman, “Katakanlah (hai Muhammad), “Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya, telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata, Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan, (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorang pun dengan Tuhan kami.” (QS. Al-jin: 1-2)

Juga dalam firman yang lain, “Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan(nya) lalu mereka berkata, “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)”. Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.” (QS. Al-Ahqaf: 29)

Termasuk hal penting yang perlu kita tahu, bahwa Allah SWT telah berjanji untuk menjaga Al-Quran dari hilang dan penyimpangan. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al-Hijr: 9)

Dan Allah SWT telah menjadikan sebab-sebab terjaganya Al-Quran, Allah turunkan Al-Quran di tengah umat yang kebiasaannya menghafal. Mereka dimotivasi untuk menghafal dan membacanya, senantiasa mempelajari dan mengajarkannya.

Bahkan Nabi SAW telah menjelaskan betapa besar keutamaan Al-Quran, dan tingginya kedudukan di dunia dan akhirat bagi orang-orang yang mempelajarinya. Selain itu, Al-Quran pun bisa menjadi sebab seseorang masuk surga.

Berikut beberapa hadis terkait keutamaan membaca Al-Quran. Yakni,

  1. Pahala Yang Berlipat Ganda.

Nabi SAW bersabda, “Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Quran, maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan, semisalnya dan aku tidak mengatakan satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

  1. Pembaca Al-Quran yang Mahir akan Bersama Malaikat yang Terhormat.

Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang mahir membaca Al-Quran, dia berada bersama para malaikat yang terhormat dan orang yang terbata-bata di dalam membaca Al-Quran serta mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala.” (HR. Muslim)

  1. Mendapatkan Syafaat di Hari Kiamat.

Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah oleh kalian Al-Quran, sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberikan syafaat bagi para pembacanya.” (HR. Muslim)

  1. Allah Mengangkat Derajat Para Ahli Al-Quran di Dunia.

Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat sebagian kaum karena sebab Al-Quran ini dan akan merendahkan dengannya sebagian kaum yang lain.” (HR. Muslim)

  1. Mendapat Derajat yang Tinggi di Surga.

Rasulullah bersabda, “Dikatakan kepada orang yang membaca (menghafalkan) Al-Quran nanti, ‘Bacalah dan naiklah, serta tartillah sebagaimana engkau di dunia mentartilnya! Karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca (hafal).” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

  1. Memiliki Kedudukan Khusus disisi Allah SWT.

Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah memiliki orang khusus (Ahliyyin) dari kalangan manusia. Mereka (para shahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah siapakah mereka?” Beliau menjawab, “Mereka adalah Ahlu Al-Qur’an, Ahlullah dan orang khusus-Nya.” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)

  1. Dijauhkan Menjadi Orang yang Lalai Mengingat Allah.

Rasul SAW bersabda, “Barangsiapa membaca sepuluh ayat pada malam hari, maka dia tidak termasuk orang-orang yang lalai.” (HR. Hakim)

Quotes

WAKAF MANDIRI adalah lembaga wakaf nasional yang berkhidmat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya yatim dan dhuafa, dengan menggalang dan mengelola sumberdaya wakaf secara produktif, profesional dan amanah.